Rabu, 15 Februari 2012

Hujan

by :afiyn
sudah berkali-kali aku merasakan seperti ini, namun kali ini berbeda. aku bingung dengan apa yang aku rasakan, aku kesal denganku yang demikian. hanya bisa memendam dan terdiam.. bahkan aku harus menulis dan menghapusnya sendiri berulang-ulang
ah, sudahlah…pergilah perasaan ini dari hatiku, namun ternyata tak kunjung juga dan semakin berkecamuk membuat hariku tak menentu. aku lelah denganku yang seperti ini, aku ingin hilang, aku ingin pergi, namun yang terjadi aku tetap tinggal. banyak kata yang tak mampu kuungkapkan, banyak hal yang hanya bisa kulakukan diam-diam di belakangmu. banyak tatapan bisu yang mengungkapkan segalanya. aku hanya bisa menutup mataku di pojok kamar dan berdoa hal yang selalu sama setiap malam.
hujan, kali ini sepertinya hanya kau yang mengerti aku. aku memang sedang tidak ingin melakukan apapun. aku hanya ingin duduk, menikmati hujan yang semakin deras dan secangkir coklat panas. dan kembali aku memikirkannya. dia, yang membuat waktuku terbuang hanya untuk tersenyum tanpa alasan yang kadang membuatku menangis tak jelas

memandangmu diam-diam dari sudut yang jauh, dan melihatmu melangkah, dan tersenyum, aku ingin suatu saat nanti, kau disini, bersama hujan dan coklat panas.

Kita..


dear God, terimakasih telah mengirimkan sahabat-sahabat terbaik yang sangat mengerti dan menerima diriku apa adanya dalam keadaan apapun dan menyayangiku dengan tulus dalam cerita apapun, serta selalu ada dalam cuaca apapun.
thanks for everything , Ever Lasting Friends.


with love, Afiynda Aziza.

Batu Sandungan...

Dalam hidup, apapun yang kamu lakukan dan jalani sebagai manusia pastilah akan menemui apa yang disebut "batu sandungan". Tidak ada seorang manusia pun yang tidak pernah mengalaminya. Setiap permasalahan yang ada dalam hidupnya itulah yang disebut dengan "batu sandungan". Besar kecilnya suatu permasalahan itu sendiri berbeda-beda pada tiap individu. Tergantung seberapa besar kemampuan mereka yg diberikan Tuhan dan tergantung sudut pandang mereka sendiri.

Terkadang seseorang diuji oleh Tuhan dengan permasalahan yang amat besar dan pelik namun mereka memandangnya bukan sebagai batu sandungan yang besar sehingga mereka dapat melaluinya dengan mudah. Ada juga yang hanya diberikan ujian yang cukup ringan namun mereka terlalu berat dalam memandang dan memaknai suatu permasalahan sehingga menganggap masalah itu sebagai batu sandungan yang amat besar dalam hidupnya.

Disinilah sekarang aku berdiri. Berada dalam dilema di persimpangan sudut pandangku sendiri. Gamang dalam memilih, lebih tepatnya bagaimana harus memilih sudut pandang yang mana yang akan aku gunakan. Ingin sekali memandang apa yang sedang dihadapkan ini sebagai batu sandungan yang kecil dan terus melangkahi hidup dengan tenang. Namun dibalik keinginan itu, ada rasa dihati yang tidak dapat memungkiri bahwa hal ini amatlah berat.

Selasa, 14 Februari 2012

semangat kedua..

Semangat keduaku,setelah keluargaku..ya semangat keduaku "mereka" sahabat-sahabat terbaikku yang selalu ada untukku,sahabat terbaikku yang sangat aku sayang..

sepertinya sangat sulit untukku mendeskripsikan "mereka" satu per satu dengan tulisan ataupun kata-kata..mereka sangat berarti..mereka istimewa..

Walaupun terkadang kita berbeda pendapat,pikiran ataupun sikap..kita ga mau semua hal kecil seperti itu ngancurin persahabatan kita,karna aku tau "butuh waktu yang lama untuk membuat mawar mekar,namum butuh waktu sedetik membuatnya layu"

saling memahami satu dengan yang lainnya,SAHABAT seperti mereka yg selalu aku kenang..
kita punya sifat yang beda-beda tapi kaya pelangi aja,kalau hanya punya satu warna aja ga akan indah..jadi dari perbedaan kita,kita bisa saling mengisi dan melengkapi..

Bahkan kalaupun kita dipisahin sama jarak,itu ga akan pernah ngaruh buat kita..

Seperti kesetiaan Patrick sama Spongebob : 

spongebob : What are you normally do when I'm gone?

 patrick : Wait for you to get back.
SB: I hate you, Patrick.
P: I hate you too.
SB: I hate you no matter what.
P: I’d hate you even if I didn’t hate you.
SB: I’d hate you even if that made sense.
P: I’d hate you even if you were me. That’s how much I hate you.

Ya itulah PERSAHABATAN untuk kalian sahabat terbaikku :) 
"Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama – menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, jangan kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan – seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan ke udara – hanya menangkap kekosongan semata"
TERIMAKASIH "SEMANGAT KEDUAKU" I'll keep you in my heart..

anggy,arin,arista,eva,gerda,diska,ratu,nadia dan susan me love you :)

icha,faza dan dera

Sabtu, 11 Februari 2012

Diam..

oleh : afiynda aziza

Dalam diam aku terpaku..
Dalam diam aku membisu..
Dalam diam aku menepis rindu..

Dalam diamku kau tak mengurbrisku..
Dalam diamku kau berlalu bagaikan debu..
Dalam diamku kau tak pernah tahu..

Bahwa rasa ini selalu ada untukmu..
Bahwa rasa ini tak mengenal waktu..
Bahwa rasa ini menyesakan dadaku..

Dalam diam aku menyayangimu dan bersembunyi di balik ketidaktahuanmu. 
Sehening itu
 

Jumat, 10 Februari 2012

Jodoh

Dalam kehidupan ini, sering kita merasa sedih,sedih sekali, merasa kecewa.. kecewa sekali. Sesuatu yang disayangi lepas dari genggaman, keinginan yang tidak kesampaian, kenyataan hidup yang jauh dari harapan. Dan akhirnya pikiran pun lelah berandai-andai.. aahh.


Beruntunglah kamu yang pada masa-masa sulit seperti itu masih memiliki setitik cahaya dalam hati untuk selalu merenung dan berserah diri kepada Tuhan. Beruntunglah kamu yang meskipun pikiran begitu sesak, masih sempat melangkahkan kaki ke majelis-majelis dzikir untuk mencari ketentraman jiwa.

Hidup ini seperti belantara hutan, tempat dimana kita semua mengejar berbagai keinginan, dan secara kodrati manusia memang diciptakan memiliki keinginan. Sayangnya tidak semua keinginan dapat tercapai, tidak semua yang kita mau dapat diraih. Dan memang tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tidak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa di dunia ini tidak ada satu hukum: harus sukses, harus bahagia, harus ini, harus itu atau harus-harus lainnya.
Di dunia yang fana ini, betapa banyak orang yang bergelimang kesuksesan tetapi lupa bahwa sejatinya kesuksesannya itu semua adalah pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang.

Begitu juga halnya dengan kegagalan, sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita.

Apa-apa saja yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu harta, jabatan, rizki pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa kita miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.
Kadang kita tak sadar mendikte Tuhan tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte-Nya: Pokoknya harus dia Ya Allah, harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :
".. Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa-jiwa yang lemah, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Satu Hal Saja..

Satu Hal saja, agar kau mengerti mengapa aku bisa seperti ini,satu hal saja kau mengerti mengapa aku bisa begitu merindukanmu..
Tak mudah memang untukku melupakan dirimu yang dulu selalu hadir disetiap waktuku..
Namun sekarang,mungkin aku sudah tak bisa seperti itu,karna aku tahu dia yg di sana lebih pantas untuk mengisi ruas-ruas jarimu yg kosong..lebih pantas berada disisimu setiap waktu,lebih pantas memberimu semangat untuk tetap maju dan melangkah..Kau sungguh beruntung sayang,kau memiliki dunia yang selalu menyambutmu,yg selalu membuatmu tersenyum..sedangkan aku hanya bisa berdiri dan menunggu di duniaku yg kecil dan sempit bersama kenangan yg sudah kau buat bersamaku,bersama rindu yg mendekap,sesak menghasrat di dada..

Bahkan mungkin jika aku bisa berbagi rasa kembali bersamamu,itupun tak akan bisa..
Sayang,sekarang izinkan aku untuk membuka lembaran hidupku tanpamu lagi..izinkan aku mengobati rasa sakit ini sendiri..mungkin ini memang salah jika aku menyerah,tapi aku yakin inilah yg terbaik..kau bisa berbahagia bersamanya,cintamu yg baru,lembaranmu yg baru..





Siapa Kamu?

Siapa kamu....

Kau hadir begitu saja dalam rindu
Membawa angin baru yang menyegarkan kalbu
Siapa dirimu...
Kau hadir dalam diam pada penantianku
Melukiskan seutas senyum pada bibirku
Ada apa pada jiwamu...
Kau hadirkan tawa pada hari-hariku
Yang lama terlupakan oleh hatiku
Kau hadirkan bunga-bunga rindu
Kau ciptakan bayang-bayang sendu
Dimanakah dirimu...
Kau datang bagaikan hantu
Lalu melayang pergi bagai debu
Masihkah ku bisa bertemu kamu
Dalam malam-malamku yang merindu
Aku kan berkata pada waktu
Tuk ingatkan mu selalu
Pada waktu-waktu ketika aku menantikanmu
Agar kau hadir basuhkan rindu itu...


Teruntuk pria aquarius ku yang mungkin tidak tahu bahwa dirinya sudah tak bisa hadirkan kembali senyum itu pada hari-hariku...

Ritual Yang Tak Lagi Lengkap

Aroma kopi..manis gula..canda-tawa...

Itulah sajian favoritku tiap kali menghabiskan waktu denganmu. Tak akan sempurna jika salah satu dari ketiganya tak ada. seperti sore ini, ku hanya ditemani aroma kopi dari cangkir kopi yang masih mengepulkan asap di depamku. Ada juga manisnya gula-gula yang disuguhkan sebagai camilan untuk menemaniku minum kopi. Tetapi minus keberadaanmu. Minus canda-tawamu,minus kasih sayangmu..

Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sudah kujalankan ritual tak sempurna ini. Malas sebenarnya, tetapi apalagi yang bisa kulakukan?

ini sudah menjadi rutinitasku. Caraku untuk menghilangkan penat yang memenuhi otakku.
tentu tidak sama lagi seperti dulu dimana ada canda-tawa dari mu yang menghiburku.

Hari-hari yang sudah berlalu sejak kepergianmu,  hari ini, bahkan mungkin esok dan lusa hanya renungan-renungan tiada akhir yang terbentuk tiap kali akan ku lepas penat ini. Sama sekali tidak membantu. Tetapi ritual ini tetap kujadikan caraku untuk mengingatmu. Maka itu tetap ku lakukan dan ku lanjutkan meski tak lengkap, karena ku tahu kau masih memperhatikanku dari tempatmu di sana...


Tempat dimana kau kini telah bahagia dengan cinta sejatimu. Cinta yang membuatmu ada di dunia ini. Cinta yang kelak pun akan membawaku kembali berada disana....