Entah siapa yang menyakiti siapa. Selalu ada saja salah satunya yang bertahan sekuat tenaga untuk terus memegang asa.
Kadang ada fase di mana kamu menjadi bodoh atau merasa terbodohi dengan masa lalu yang telah kamu lewati. Menjadi sadar, itu adalah fase tersulit setelahnya. Mabuk memang, begitulah yang disebut cinta. Karena katnya jatuh cinta itu seperti minum vodka. Murni, memabukan dan sebetulnya tidak baik jika berlebihan.
Seperti kita, seperti harapan kosong, pada tong yangmelompong. Berharap terus terisi, entah oleh mimpi, atau entah ilusi.
Sulit dicerna? Baiknya kamu minum susu, lalu tidur sebelum jam 9 malam. Semoga kelak mimpi kamu yang tak pernah terwujud itu mampu membawa kepada cita cinta kamu yang tertinggi. Yang ku tahu susu memang minuman penawar paling ampuh di dunia ini. Cintaku? Tak usahlah kamu tawar selagi aku tak menggadaikannya ke orang lain.
Aku masih berurusan dengan rindu, kala semuanya yang harus dituntaskan, tiba-tiba kamu pergi meninggalkan pilu. Semua sama saja dengan iringan omong kosong yang mengudara. Jika kamu bilang cintaku ini gila, aku hanya bisa mengangguk seadanya.
Bukankah dahulu kamu juga merasakan hal yang sama? Bedanya kamu sadar lebih dulu sedangkan aku belum. Tapi ku percaya bahwa semua orang akan berubah pada waktunya, datang dan pergi hanya soal waktu. Dan aku adalah kaki-kaki yang pergi; sembunyi dari jejaknya sendiri.