Sabtu, 29 September 2012

Ingat gak?

Kamu inget gak pas aku kenal kamu, dengan cara yang unik?
kamu inget gak pas aku nembak kamu dan nyatain "aku cinta kamu"? 
kamu inget gak pas aku nemuin kamu, bela-belain sisihin uang jajan buat nyamperin kamu yang jauh di sana?
Kamu inget gak pas kamu mau dapetin aku, kamu gak lupa buat selalu isi pulsa biar gak telat kasih perhatian ke aku?
Kamu inget gak pas kamu mau pergi ninggalin aku dan di situ kita mau ngeluarin air mata bareng-bareng karena kita bakal pisah lagi dan enggak tau kapan bakal ketemu lagi?
Kamu inget gak pas aku ajak kamu nonton dan itu pertama kalinya aku jalan bareng sama kamu?
Kamu inget gak kalo aku selalu ada di saat kamu butuh, beda banget sama kamu?
Kamu inget gak kalau aku pernah nyamperin kamu tanpa sepengetahuan kamu dan tiba-tiba ada di depan rumah kamu?
Kamu inget gak pas kita berantem hebat saat jauhan, ketika aku samperin kamu kita ketawa-ketawa bareng lagi.
Dan kamu inget gak ada aku di sini yang masih mempertahankan kamu, dengan susah payah. semampuku.


Aku bukan kangen kamu, aku cuma inget aja kita yang dulu kok jauh lebih baik keadaanya dibanding kita yang sekarang.
Aku bukan ngajak kamu kangen kita yang dulu, cuma mau bernostalgia aja sama kita yang dulu sambil benerin kesalahan yang sekarang.
Kita masih menyimpan kenangan, jangan buat kita membuangnya hanya karena masalah sepele, egois dalam menahan rindu.
Semua kenangan manis atau pahit itu pernah kita lewati, apa kita akan mengubur dan membuangnya jauh-jauh? aku gak mau.

Kamis, 20 September 2012

Ntah...

Begitu banyak cerita kutulis disini,aku,keluargaku,sahabatku dan juga tentangmu...

Ntah bisa habis berapa sobekan jika aku menulisnya di dalam kertas,lalu mengirimnya lewat pos untuk kau yang berada di sana..
Aku tak melakukannya,karna hanya dengan doa untukmu itupun sudah cukup..

Jarak,ah sudahlah! aku tak ingin menyalahkan jarak sebagai penyebabnya..
Bukankah seharusnya kita harus kembali lagi ke diri masing-masing? ya..maksudku kembali lagi terhadap KITA bukan AKU saja atau KAMU saja..

Menahan rindu memang tak mudah bagiku,mungkin tak mudah juga bagimu..
Tapi bukankah rindu itu bagian dari KITA?
Tanpa rindu tak akan ada sebuah pertemuan..
Karna itu akupun tak bisa menyalahkan rindu yang terkadang menyiksa..

Tapi jika KITA yang sekarang bukanlah KITA yang dulu lagi mungkin aku bisa menyalahkan HATI..

Hati ku karna terlalu tak bisa menahan kesakitan masa lalu.. atau
Hati mu yang ingin bebas dan tak bisa kujaga seperti dulu lagi?


Masih bisakah aku merindumu yang dulu?
Akh! maksudku KITA yang dulu...




Jakarta,20 September 2012 at 10:58 PM
Wanita yang kehabisan cara membuktikan cintanya..

Salam,Malam

Temaram
Langit hendak membenam, mengganti mata menjadi malam
Kemudian padam



Tenggelam
Rindu bagai tempat yang dalam, aku menyelam
Jiwa memendam

Kelam


Hatinya tidak tersiram, angin pulang membawa lebam
Suram
Geram
Kejam



Menghantam
Memutar yang terekam
Siksaan sepi di tiap jam



Salam.

Ditulis saat hati sedang tak tentram :')

Selasa, 11 September 2012

Lihatlah Aku, Sebagai Diriku!

” ..Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami, masih terus berfikir
Bila harus memaksa atau berdarah untukmu
Apapun itu asal kau mencoba menerimaku..” 



“Jadi ini maksudnya apa? Kita jadian?” tanyaku dalam kebingungan pada pagi itu. 

“Iya, hari ini, ditanggal ini, dalam keserdahanaan yang ada” ucapnya lembut dengan senyum lembut malu-malu namun penuh keyakinan. 

“Kamu nggak lagi terbawa suasana kan? “ tanyaku masih dalam keraguan yang berkecamuk. Bergumul dengan persaan senang, bahagia, namun juga takut dan ragu disaat bersamaan. 

“Enggak, aku nggak terbawa suasana, aku dalam keadaan sadar” jawabnya lagi. Kali ini dengan keyakinan yang mantap sambil menarik tubuhku, merengkuhnya erat dan mendekapnya dalam sebuah pelukan yang begitu hangat.

Pagi itu terasa begitu indah dan sempurna. Begitu membahagiakan. Hingga tiba saatnya aku mendengar sesuatu yang begitu berbeda. Seolah pagi itu tak pernah ada. Apa yang aku takutkan kini benar terjadi. Bahwa aku bukanlah kesungguhan yang dituju. Bahwa yang terjadi pagi itu adalah semu. Bahwa semua yang diinginkanmu dariku hanyalah bentuk perwujudan apa yang kamu rindu. Kerinduan akan hal-hal kecil yang biasa kamu lakukan dengan wanitamu yang dulu. Kamu melihatku tetapi bukan sebagai diriku. 

Aku masih disini. Berdiri diam dalam keterombang-ambingan yang tiba-tiba terjadi. Merubah semuanya dalam sekejap. Aku masih disini. Menatap dalam diam dengan butiran air mata yang mulai menjatuh perlahan. Kebisuan yang dibiarkan begitu saja demi mempertahankan sesuatu yang tak ingin berakhir tanpa kepastian. Mengalirkan pertanyaan yang tak mampu ku ucapkan lebih jauh dan membiarkannya tersapu angin dingin yang membuat tubuh dan hati ini terasa beku. 

Aku tahu aku hanyalah bayang semu yang kamu ciptakan sebagai pengganti. Sudah seharusnya kusadari itu dari awal, namun hatiku membuatku tak mempedulikannya. Aku hanya ingin ada disisimu. Merengkuhmu. Membawamu pergi dari masa lalu dan memulainya kembali bersamaku. Aku hanya ingin kamu tahu aku ada untukmu, menjadi masa depanmu. Aku ingin kamu menerimaku sebagai diriku. 

Aku bertahan disini. Berusaha memahami apa yang kamu rasakan, luka hati yang belum dapat kusembuhkan. Aku coba membuatmu mengerti namun selalu saja kuterima satu jawab yang sama “aku lagi nggak bisa mikir, lagi nggak fokus dan nggak mau ribet” maka aku pun akan diam dan memberimu ruang. Mendekap kembali rindu ini untuk diriku sendiri. Kamu pun seolah perlahan pergi, semakin mejauh meninggalkanku dalam diam tanpa satupun ucapan lagi. Tak inginku memaksakan apa yang belum bisa kamu berikan. Namun akupun tak ingin berhenti berjuang. Berusaha menyentuh hatimu secara perlahan bermodalkan kekuatan, kesabaran dan rasa sayang yang aku punya untukmu. Berharap suatu saat kamu benar-benar mampu menganggapku ada. 


“..Dan kamu hanya perlu terima
Dan tak harus memahami, dan tak harus berfikir
Hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu
Jadi tetaplah di sini dan mulai menerimaku..” 

Hari terus berganti, waktu pun kian berlalu. Hatiku masih menunggu namun tak jua mampu kupecahkan kebisuan itu. Aku belum berhenti. Aku masih memperjuangkan ini meski sendiri. Berusaha membuatmu mengerti dan kembali. Menerima siapa aku dan menyatukan rindu ini untuk kita. Menjalani kehidupan yang terus meniti ke depan tanpa perlu lagi menoleh apa yang tertinggal di masa lalu. Aku ingin kamu mengerti bahwa apa yang kita jalani adalah mencari sebuah arti untuk hubungan ini. Aku tak berharap kamu benar-benar memahami, hanya inginkan kamu sedikit saja mengerti bahwa aku ada disini. Bertahan untukmu. Mencari arti atas keberadaanku, keberadaanmu dan atas akhir seperti apa yang akan terjadi. Aku menunggu kamu melihatku bersama waktu. Jika pada akhirnya memang bukan milikku untuk bisa terus bersamamu, maka aku berharap biar waktu ini yang akan mengakhiri dan menyembuhkan. 



“..Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu
Biar waktu yang memisahkan..” 

#30HariLagukuBercerita
Lirik by Ariel, Uki, Lukman, Reza, David feat. Momo Geisha – Cobalah Mengerti) 

Sabtu, 08 September 2012

Kamu..Kecil

Teruntukmu,

Atas segala masalah yang datang, seberapa berat hal-hal itu, sesungguhnya itu akan menegaskan banyak hal padamu, terutama tentang sebuah makna di balik aku tetap di sini.  Oleh karenanya, jangan kamu merasa hina karena aku mencintaimu, atau aku bisa menjadi sedih dan menangisinya! Memang ada banyak yang lebih hebat daripada kamu, tapi lebih hebat bila aku tetap mencintaimu.

Percayalah! Biarkan aku menangis untuk tersenyum! Inipun karena cinta. Aku yakin, aku tidak menjadi bodoh karena itu. Tetaplah di sini, dan jangan menghukum dirimu karena kedukaanku! Aku tidak ingin bolos dari derita. Aku ingin benar-benar melewatinya dengan nilai yang memuaskan. Maka tidak akan kubiarkan siapapun mencuri kesedihanku dan menggantinya dengan kesia-siaan! Aku ingin memenangkanmu karena pernah meneteskan airmata. 

Seperti itu kesanggupanku. Demikian pula, aku tidak akan menyudahi cinta karena ketidakpuasaan sesaat. Aku akan menyimak hidup sampai kita benar-benar tiba di hari senang.

Memang, ada banyak yang bertahta daripada kedudukanmu , pula berharta daripada isi sakumu. Tetapi itu semua adalah yang aku kenal sebagai aneka dari ujian. Melatih jiwaku untuk dapat mengangkat keberuntungan. 

Kekasih, mempertahankanmu adalah caraku membanggakan anugerah Tuhan. Kamu hanya begitu kecil di mata dunia, yang terlalu jelas dilihat Tuhan, walau kusimpan di dalam hati..

Dari Aku,Separuh Hidupmu


Tak ada yang tahu pasti soal perasaan kecuali dengan meyakininya sebagai perasaan. Sebuah cerita dari guratan masa lalu yang tak mau hilang meski usang termakan waktu.

Pagi yang sama, yang membuncahkan damba, yang menguatkan setia untuk orang yang paling sering ku sebut ketika berdoa.

Ada banyak cara menyebut nama mu disini. Bisa dengan lewat air mata yang melukakan senja, bisa juga lewat bibirku yang terbata mengucap sebuah derita.

Kini hanya maaf yang bisa dihadirkan di penghujung sebuah penantian yang tak tau kapan akan merapat ke tepian. Sebab, pagi itu kan tetap sama. Namun dengan harapan yang berbeda.

Habis sudah doa dalam kata, melebur dalam buraian air mata tiap kali menyebut melodi sebuah nama dan merasakanmu dari dekat. Dengan rindu yang melipatgandakan harapan tanpa sekat. Nama mu masih bisa ku lihat terikat bersama lirih yang melekat dalam malam yang pekat.

Bukan aku bosan dengan kata-kata kesepian, melainkan selalu ada sedih yang mengemuka saat ku tahu kamu ditelan lelah yg membelah raga.

Kamu tahu?

Kamu adalah impian yang begitu nyata. Kamu adalah sebuah kenyataan yang tak bisa dihadirkan dalam ruang dialegtika.

Kamu adalah ingin dan lelahku menatap, diamku berucap, terkadang habisku berharap.

Kini, biarkan pagi itu menjadi hakiki, hak dimana hatiku ini tak ingin kau sakiti lagi serta diamku menanti..

Dari aku, potongan kisah separuh hidup mu yang tak mau lagi dirundung pilu.

Selasa, 04 September 2012

Rahasia Kaum Adam yg Egois?

Aneh. Banyak pria yang cinta pada kebebasan, tetapi ia juga rindu pada mulut cerewet yang cemburuan. Kesimpulan yang paradoks : Pria tidak suka dikekang, sekaligus tidak suka apabila diacuhkan.

Meski suka sekali disentuh, pria tetaplah bukan mahluk yang super-peka. Jadi jangan sekali-kali membiarkannya tenggelam oleh ketidaksadarannya. Sentuhlah telinganya dengan kalimat brilliant, Sentuhlah matanya dengan tatapan yang dalam dan sentuhlah tubuhnya supaya tidak ada wanita lain yang berani memegang. Ketidakpercayaan bukanlah tempat untuk memenjarakan.
Egois? Iya. Tetapi egoisitasnya tidak lebih kuat dari air mata kaum hawa. Pria adalah penakut. Takut ketahuan, takut kehilangan. Adalah pujian untuknya, jika kata-katanya mau dipegang.

Hai wanita, adalah suatu kelebihan jika kau hanya sampai di predikat “mudah sakit hati.” Karena pada dasarnya, pria malah mudah sekali mati.
Ia lebih baik disiksa kicauan siang dan malam daripada sekali dihajar kesunyian. Karena sekali dihajar, pria bisa langsung terbaring dibawah tegak batu nisan.

Jadi berapa kali dalam semalam, wanita menjadi gelisah tentang keberadaan kekasihnya?
Ya, ya, ya, gelisah yang ringan tentang sebuah kekhawatiran bahwa dia bebas melakukan hal yang macam-macam.
Tengok pria!
Jika wanita melakukan hal yang sama, pria tidak mau pasrah, tidak hanya gelisah, tetapi juga marah. Ia akan mencarimu sampai ke antah berantah. Di pikirannya bukanlah rasa takut pada pengkhianatan, tetapi sebuah teori yang mengatakan bahwa wanita adalah mahluk lemah yang selalu diincar godaan.

Sekarang tunjuk tangan jika ada yang merasa hatinya retak terpukul perbuatan pria!
Okay, kamu!
Lihatlah, jika kau melakukan perbuatan yang sama terhadapnya.
Apa hati yang mudah retak itu bisa melihat jari tangan pria mengacung, mengaku kalah?
Tidak? Ya, kau pasti hanya melihatnya tetap girang.
Sekarang jangan bilang siapa-siapa!
Di dalam sakunya tersembunyi telapak tangan yang meremas kepingan hatinya yang terus menerus merasa bersalah. Kecerobohanmu dianggap sebagai kelalaiannya. Jadi tidak heran, jika seuntai tawa hanyalah sebuah benteng gengsi yang tanpa celah. Sampai-sampai kesedihannya menjadi tak kasat mata.

Memang aneh jika pria suka pada kebebasan, sekaligus rindu pada mulut cerewet yang cemburuan.
Jadi, demi menghindari suara hantu yang memanggang kepalamu yang melayang, aku menerawang :
“Wanita, kau hanya perlu mengenalnya dalam-dalam.”

Ini bukanlah ajakan untuk anda berpikir tentang siapakah yang paling lemah. Tetapi tentang mengapa Adam dan Hawa harus saling menjaga, saling menguatkan.

Apa Kau Pernah?

apa kau sanggup meninggalkanku? kau pernah sanggup mencintaiku
apa kau perlu membenci aku? aku pernah kamu perlukan

apa kau ingin melupakanku? kau pernah ingin aku ingatkan
apa kau mampu menyakitiku? kau pernah mampu melindungiku

apa kau bisa hidup tanpaku? kau pernah bisa hidup denganku
apa kau mau menjauhiku? kau pernah mau mendekatiku

apa kau merasa harus memaki aku? aku pernah merasa harus memuji kamu
apa kau rela aku bersedih? kau pernah rela menangisiku

apa kau tidak percaya aku? dulu kau pernah meyakinkanku
apa kau tidak merindukanku? kau pernah sangat rindu padaku

apa kau mampu cari yang lain? kau pernah mampu terima aku
apa kau sanggup mengacuhkanku? kau pernah sanggup perhatikanku

apa kau terus menghindariku? kau pernah terus mencari aku
apa kau lari dariku? kau pernah mengejar aku

apa aku hina dimatamu? kau pernah senyum memandangiku
apa kau hebat melukaiku? kau pernah hebat menjaga aku

apa kau tetap pilih yang lain? kau pernah tetap memilih aku
apa kau bangga khianatiku? aku pernah bangga kau setia

Ruang Angkasa : Biasa


Kelak, karena isinya hanya terdiri dari penghuni-penghuni biasa pula. Cuma aku, kamu, dan anak-anak kita. Rumah kita nanti akan kita bangun dengan hal-hal yang biasa saja.

Biasa mengaji dikala magrib
Biasa shalat disaat waktunya
Biasa menghabiskan banyak waktu untuk sekedar membaca buku
Biasa saling membangunkan dikala sepertiga malam

Biasa saling bertukar hafalan bacaan
Biasa berdiskusi membahas banyak hal
Biasa saling menegur satu sama lain jika ada hal yang salah
Biasa berkata jujur

Biasa mengatakan tolong dan terima kasih
Biasa memilih naik turun-gunung, melihat senja di pantai, atau sekedar membaca buku ditaman, dibandingkan ke pusat perbelanjaan

Biasa mencium, memeluk, dan saling menyayangi satu sama lain
Biasa mengasihi teman sebaya

Semuanya akan biasa-biasa saja. Karena kita memang hanya akan melakukan hal yang biasa-biasa saja. Tapi semoga, itu semua bisa menjadi titik awal untuk membangun sebuah kehidupan yang luar biasa. Amin.

Selamanya


Apa yang tidak hidup terkadang memberi kehidupan.
Ia bergerak seperti angin mengangkat air lautan,
Ia bergerak seperti angin mengajak daun menari,
Ia bergerak seperti angin menyapu debu jalanan.

Namun inilah hidup.
Hidupku, kumpulan langkah-langkah kecil yang membawa mimpi menjadi kenyataan, langkah-langkah kecil yang kau kuatkan..
 
Suatu hari aku percaya, aku akan menjadi aku yang kau impikan. 
Puncak sebenarnya hanyalah dasar di ketinggian seperti tiada akhir di dalam hidup kecuali kematian.

Maka biarlah lepas emas dari tanganku, asal tidak kamu dari hatiku.
Tetaplah di sisiku, jangan menjauh, sebab cinta itu baik di kedekatan.

Saksikanlah tetes demi tetes keringatku yang jatuh ke tanah seperti nganga mulut anak kecil yang melihat sinar jatuh di langit.
Pelukmu itu menguatkan, demi pelukmu juga aku berjuang. 

Kelak, saat mimpi telah nyata di rumah kita
Dan dengan tersenyum rohku terlepas dari tubuhnya, tetap selamanya aku di hatimu.

Oleh karena kau tetap ada di sisiku, di saat mimpi ada di tanganku, kau lah yang paling istimewa di hidupku..

Senin, 03 September 2012

Di Hadapan Mata Jendela

waktu mulai berwarna coklat, malam hendak tiba,
aku duduk berhadap-hadap dengan mata jendela.
aku tak tahu, ternyata aku menyukai malam hari.
ia datang seperti seorang anak kecil pulang sekolah.

malam tiba, jatuh tepatnya, jatuh di atap bumi.
aku tak tahu, aku juga mencintai bumi rupanya.
bisakah seorang bukan petani mencintai bumi?
aku bukan petani, dulu papa melarangku jadi ibu tani,
lalu aku menulis puisi, aku pikir kertas itu juga bumi.

dari mata jendela kulihat jalan-jalan mengalir
seperti sebuah sungai yang sungguh keruh.
dan tiba-tiba saja aku juga mencintai sungai
meskipun airnya keruh dan engkau tak bisa
mencuci pakaian kotor dan badanmu di sana.
tetapi aku mencintainya, sangat mencintainya,
sebab ia mengalir seperti waktu dan kehidupan.
aku tahu kalimat itu sudah jutaan kali disebutkan
sebelum dan sesudah aku mengatakannya.
tapi sesekali aku ingin menjadi bukan penyair
berkata-kata dengan bahasa umum yang basi.

langitlah rupanya yang menyiramkan warna coklat.
tadi siang aku lihat ia berwarna biru seperti warna
kaos berbau peluh yang aku kenakan sekarang.
mengapa langit senang mengubah warnanya,
sementara kenangan tak bisa berubah warna?
aku tak pernah tahu, juga mungkin engkau,
tetapi sekarang aku sangat mencintai langit,
tak masalah berwarna coklat atau biru kemeja
sebab lapang langit mengajari pohon-pohon berdoa.
aku juga selalu berdoa seperti pohon, untuk engkau disana.

aku mencintai pohon saat daunnya jatuh
ke tanah dan bayangannya jadi indah sekali
bisa membentuk macam-macam pohon lain.
aku pernah bercita-cita jadi bayangan
dulu waktu aku berusia tujuh tahun mungkin.
aku tak ingat..

aku juga mencintai jalan, jalan apa saja,
kecuali jalan yg ditanda merahi dilarang berhenti di sana.
tetapi aku paling mencintai sebuah jalan,
tak penting betul menyebut nama jalan itu.

ternyata aku juga mencintai bintang-bintang.
mereka kadang-kadang kubayangkan
sebagai percikan-percikan darah,
meskipun aku selalu gagal memastikan
darah siapa yang memercik dan bercahaya itu.
aku punya pertanyaan lain tentang bintang
banyak sekali, tetapi aku lebih penasaran
pada bulan: benda bulat sebiji yang menggemaskan.

aku ternyata memang mencintai bulan
cahayanya palsu tetapi tetap cantik.
aku punya gambar bulan di dompet dan handphoneku,
aku suka memandanginya kalau hujan turun.
fotomu juga ada di dompetku, lebih dari satu
karena engkau lebih tampan, paling tampan.

hujan, aku juga mencintainya, sungguh
meskipun kadang-kadang aku jengkel.
hujan selalu turun seperti perangkap jala nelayan
dan setiap orang, termasuk engkau, hanyalah ikan.
tapi hujan selalu punya cerita tentang kita..

sebelumnya aku tak tahu aku juga mencintai laut
saat malam hari dan ada bulan bulat utuh di langit.
aku suka melihat tubuh laut membuka dirinya
membiarkan bayangan bulan menduga dalamnya.
tetapi engkau selalu saja tak mampu aku duga,
apakah engkau telah menjadi laut paling dalam?

yang hitam jadi coklat, termasuk mata jendela.
aku sangat mencintai jendela, seperti matamu.
jam tak kuhitung, menit detik,
dan aku masih di depan mata jendela ini..

jika nanti aku mati, tak masalah hari apa jam berapa,
mungkinkah saat itu aku sedang berada di depan jendela?
sedang memikirkan semua yang kucintai, termasuk engkau.
dan apakah mata jendela akan menatap mataku tanpa bersedih?

Dear Malam...

Kepada malam yang tak tahu harus berapa kali ku ucapkan terima kasih




Bukan deburan ombak atau sentuhan angin dengan dedaunan, melainkan suara mesin kendaraan yang terus jadi soundtrack kesendirian di sini.

Sesekali ku terus menjejali pikiran ini dengan roda kehidupan yang berlalu begitu cepat.

Hampir 1 tahun lebih merapal jarak, merangkak maju dengan pikiran yang selalu semu. Memejam di depan sebuah kalender tua. Jatuh bisu dengan segala detik yang sudah ku lewati. Sampai akhirnya terpelosok di sebuah pemikiran apa makna dari cinta itu sendiri. Apakah sebuah kata kerja atau hanya sekedar kata sifat?

Aku bukan wanita pemeran sebuah drama 80an dengan segala tutur kata pujangga yang sering ku lihat di sebuah pertunjukan.

Aku tak paham ilmu falak ataupun tarbiyah. Tapi jika waktu adalah teman ku, aku butuh jam untuk melengkapinya.
Aku tak paham ilmu gravitasi. Tapi jika aku terjatuh, aku ingin kamu yang menangkapnya.

Sudah…

Sudah…

Ingin ku sudahi hari ini. Rebah manja di ujung rindu, bergaduh dengan ramai canda tawa seorang dirimu.

Terima kasih malam :)

Radar Perahu-ku (perahu kertas)

Perahu kertasku kan melaju
membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila,
tapi ini adanya

Perahu kertas mengingatkanku
betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati,
kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
cinta-cinta… cita-cita …
cinta-cinta…
yang lama ku pendam sendiri
berdua ku bisa percaya

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri
halangi rasaku, cintaku padamu

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Oh bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu..

Yakinkan Aku....

Kuyakinkan hati ini hanya untuk satu yang kau punya
Tiada lain harapku selain kau pun lakukan hal yang sama
Bukan karena ku tak percaya
Hanya saja rasa curiga yang tertempa oleh kesakitan-kesakitan sebelumnya masih menggerogotiku dan tak mau enyah
Maka...
Yakinkan aku akan adamu sayang
Yakinkan aku akan hatimu cinta
Yakinkan aku akan kesungguhanmu kasihku

Agar tenang jiwaku dalam melangkah bersamamu..

Beriringan, berdampingan, terjang segala rintang yang menghadang..
Tak inginku lihat apa yang ada dibelakang..
Dan tak jua cukup keberanianku untuk langkahkan kaki dan hati ini ke depan
Tak akan sanggup rasanya jika tak kau sertakan genggamanmu pada tanganku..
Maka itu yakinkan aku sayangku...
Dan akan kucoba terus percaya untuk tetap melangkah bersama..menghalau segala kecamuk yang ada dalam dada....