” ..Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami, masih terus berfikir
Bila harus memaksa atau berdarah untukmu
Apapun itu asal kau mencoba menerimaku..”
“Jadi ini maksudnya apa? Kita jadian?” tanyaku dalam kebingungan pada pagi itu.
“Iya, hari ini, ditanggal ini, dalam keserdahanaan yang ada” ucapnya
lembut dengan senyum lembut malu-malu namun penuh keyakinan.
“Kamu nggak lagi terbawa suasana kan? “ tanyaku masih dalam keraguan
yang berkecamuk. Bergumul dengan persaan senang, bahagia, namun juga
takut dan ragu disaat bersamaan.
“Enggak, aku nggak terbawa suasana, aku dalam keadaan sadar” jawabnya
lagi. Kali ini dengan keyakinan yang mantap sambil menarik tubuhku,
merengkuhnya erat dan mendekapnya dalam sebuah pelukan yang begitu
hangat.
Pagi itu terasa begitu indah dan sempurna. Begitu membahagiakan. Hingga
tiba saatnya aku mendengar sesuatu yang begitu berbeda. Seolah pagi itu
tak pernah ada. Apa yang aku takutkan kini benar terjadi. Bahwa aku
bukanlah kesungguhan yang dituju. Bahwa yang terjadi pagi itu adalah
semu. Bahwa semua yang diinginkanmu dariku hanyalah bentuk perwujudan
apa yang kamu rindu. Kerinduan akan hal-hal kecil yang biasa kamu
lakukan dengan wanitamu yang dulu. Kamu melihatku tetapi bukan sebagai
diriku.
Aku masih disini. Berdiri diam dalam keterombang-ambingan yang tiba-tiba
terjadi. Merubah semuanya dalam sekejap. Aku masih disini. Menatap
dalam diam dengan butiran air mata yang mulai menjatuh perlahan.
Kebisuan yang dibiarkan begitu saja demi mempertahankan sesuatu yang tak
ingin berakhir tanpa kepastian. Mengalirkan pertanyaan yang tak mampu
ku ucapkan lebih jauh dan membiarkannya tersapu angin dingin yang
membuat tubuh dan hati ini terasa beku.
Aku tahu aku hanyalah bayang semu yang kamu ciptakan sebagai pengganti.
Sudah seharusnya kusadari itu dari awal, namun hatiku membuatku tak
mempedulikannya. Aku hanya ingin ada disisimu. Merengkuhmu. Membawamu
pergi dari masa lalu dan memulainya kembali bersamaku. Aku hanya ingin
kamu tahu aku ada untukmu, menjadi masa depanmu. Aku ingin kamu
menerimaku sebagai diriku.
Aku bertahan disini. Berusaha memahami apa yang kamu rasakan, luka hati
yang belum dapat kusembuhkan. Aku coba membuatmu mengerti namun selalu
saja kuterima satu jawab yang sama “aku lagi nggak bisa mikir, lagi
nggak fokus dan nggak mau ribet” maka aku pun akan diam dan memberimu
ruang. Mendekap kembali rindu ini untuk diriku sendiri. Kamu pun seolah
perlahan pergi, semakin mejauh meninggalkanku dalam diam tanpa satupun
ucapan lagi. Tak inginku memaksakan apa yang belum bisa kamu berikan.
Namun akupun tak ingin berhenti berjuang. Berusaha menyentuh hatimu
secara perlahan bermodalkan kekuatan, kesabaran dan rasa sayang yang aku
punya untukmu. Berharap suatu saat kamu benar-benar mampu menganggapku
ada.
“..Dan kamu hanya perlu terima
Dan tak harus memahami, dan tak harus berfikir
Hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu
Jadi tetaplah di sini dan mulai menerimaku..”
Hari terus berganti, waktu pun kian berlalu. Hatiku masih menunggu namun
tak jua mampu kupecahkan kebisuan itu. Aku belum berhenti. Aku masih
memperjuangkan ini meski sendiri. Berusaha membuatmu mengerti dan
kembali. Menerima siapa aku dan menyatukan rindu ini untuk kita.
Menjalani kehidupan yang terus meniti ke depan tanpa perlu lagi menoleh
apa yang tertinggal di masa lalu. Aku ingin kamu mengerti bahwa apa yang
kita jalani adalah mencari sebuah arti untuk hubungan ini. Aku tak
berharap kamu benar-benar memahami, hanya inginkan kamu sedikit saja
mengerti bahwa aku ada disini. Bertahan untukmu. Mencari arti atas
keberadaanku, keberadaanmu dan atas akhir seperti apa yang akan terjadi.
Aku menunggu kamu melihatku bersama waktu. Jika pada akhirnya memang
bukan milikku untuk bisa terus bersamamu, maka aku berharap biar waktu
ini yang akan mengakhiri dan menyembuhkan.
“..Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu
Biar waktu yang memisahkan..”
#30HariLagukuBercerita
Lirik by Ariel, Uki, Lukman, Reza, David feat. Momo Geisha – Cobalah Mengerti)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar