Kepada malam yang tak tahu harus berapa kali ku ucapkan terima kasih
Bukan deburan ombak atau sentuhan angin dengan dedaunan, melainkan
suara mesin kendaraan yang terus jadi soundtrack kesendirian di sini.
Sesekali ku terus menjejali pikiran ini dengan roda kehidupan yang berlalu begitu cepat.
Hampir 1 tahun lebih merapal jarak, merangkak maju dengan pikiran yang selalu semu.
Memejam di depan sebuah kalender tua. Jatuh bisu dengan segala detik
yang sudah ku lewati. Sampai akhirnya terpelosok di sebuah pemikiran apa
makna dari cinta itu sendiri. Apakah sebuah kata kerja atau hanya
sekedar kata sifat?
Aku bukan wanita pemeran sebuah drama 80an dengan segala tutur kata pujangga yang sering ku lihat di
sebuah pertunjukan.
Aku tak paham ilmu falak ataupun tarbiyah. Tapi jika waktu adalah teman ku, aku butuh jam untuk melengkapinya.
Aku tak paham ilmu gravitasi. Tapi jika aku terjatuh, aku ingin kamu yang menangkapnya.
Sudah…
Sudah…
Ingin ku sudahi hari ini. Rebah manja di ujung rindu, bergaduh dengan ramai canda tawa seorang dirimu.
Terima kasih malam :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar