Selasa, 30 Oktober 2012

Aku Bukannya Menunggu


Aku bukannya menunggu, aku hanya menghitung detik-detik yang terlewatkan tanpamu
Aku bukannya menunggu, aku hanya menyiapkan diri sampai benar-benar siap menyambutmu
Aku bukannya menunggu, aku hanya berkawan waktu dengan terlalu akrab
Aku bukannya menunggu, tapi lengan detik ini menyanderaku. Hingga kau datang bebaskanku dan kita bunuh waktu satu persatu
Aku bukannya menunggu, aku hanya tau dalam setiap detiknya selangkah kakimu menujuku
Aku bukannya menunggu, aku hanya sedang merajut doa bersama waktu
Aku bukannya menunggu, aku hanya senang mengkoleksi rasa rindu dan pada saat yang tepat akan kuhadiahkan padamu..






Semoga Tidak Kamu Lagi


Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. 

Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.

Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. 

Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. 

Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.

Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Amin.

Rabu, 24 Oktober 2012

Innallaha Ma'ashobirin

Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha..

Sabar bukan pula perjuangan tanpa hasil…

Tapi sabar adalah taman kesejukan diantara ikhtiar dan tawakal.

Sabar adalah perwujudan keyakinan kuat akan janji Allah.

Dengan sabar,,percayalah dan yakinlah bahwa Allah akan segera menyambut niat dan keinginan tulus seorang hambaNya…

Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS.Ali Imran [3] : 200).

Rabu, 17 Oktober 2012

Cinta Tak Mungkin Berhenti

Kenangan itu kembali terkuak,saat aku menemukan tulisan lama mu di dalam binder kecil ku..
Sebenarnya tak ingin aku membukanya,namun rasa rinduku lebih kuat dari rasa sakit ini..

Kubaca lembar demi lembar tulisan mu, membuka kenangan yang dulu sempat kau tulis untuk kita..
Kenangan indah dengan masa depan yang lebih indah..

Senyum kecil muncul dari bibir kecil ini, namun rasa sakit di dada tak mampu aku lawan..
Ya,ternyata ini menyakitkan, tapi ntah mengapa aku menyukainya.. 

Aku menyukai kenangan indah kita yang ditulis di lembar-lembar kertas yang sudah tak sebersih dulu lagi..
Aku suka tulisan-tulisan kecil kita dengan cita-cita yang besar  untuk masa depan..

Ah tapi sudahlah...

Aku tahu, hati ini memang sakit, penuh dengan luka,cemburu namun hati ini juga pernah mencinta dengan tulus.
Karna ketulusan inilah,aku tahu rasa kasihku tak akan mudah terganti..

Cinta tak mungkin berhenti..
Biar waktu yang memberi jawaban,karna waktu adalah penguasa keadaan.. 

Dan sekarang,memang aku memang harus pergi..
Untuk menyembuhkan luka ini..




"cinta tak mungkin berhenti secepat saat aku jatuh hati
jatuhkan hatiku kepadamu sehingga hidupku pun berarti
cinta tak mudah berganti, tak mudah berganti jadi benci
walau kini aku harus pergi tuk sembuhkan hati"



#30HariLagukuBercerita Tangga - Cinta Tak Mungkin Berhenti

Selasa, 09 Oktober 2012

Bukan di sini, Bukan Pada Rasa Ini

Dia sudah pergi
Apa yang dicarinya bukan disini
Tak ada disini

Dia telah memilih 
Hatinya telah memilih
Menghinggapkan rasa pada pilihannya
Bukan pada rasa ini

Telah tiba waktuku untuk berhenti
Menjaga apa yang memang tak bisa kumiliki
Melepas apa yang seharusnya bebas
dan kembali meniti rasa

Mencari asa pada jalanku sendiri
Untuk dapat menemukan apa yang ingin dimiliki 
Olehku

Hari ini, aku kembali belajar
Memaafkan diri
Berjabat tangan pada kenangan yang harus ditinggalkan
Kembali menguatkan hati

untuk mengucap selamat pada masa depan 
yang pasti datang walau entah kapan...

Senin, 08 Oktober 2012

Bukan Jarak Pembunuhnya

Aku ingat bagaimana caramu menyapa..
Aku ingat bagaimana caramu tertawa..
Aku ingat bagaimana caramu menunjukkan dunia..
Meski kita sudah tak berjumpa sekian purnama..

Pelukanmu sehangat tatapanmu..
Suaramu semerdu nyanyian surga..
Kedamaian menyapa setiap kali kamu menawarkan telinga..
Itulah kenapa setiap saat bersamamu aku ingin berlama-lama..

Bersamamu aku merasa bisa menghadapi dunia..
Kamu selalu di sana dan menjadi saksinya..
Dari saat mimpiku baru sekedar wacana..
Sampai saat mimpiku menjadi nyata..

Aku ingat saat pertama kali mata kita berteguran..
Senyum ramahmu menyuguhkan kenyamanan..
Dan senyum itu menciptakan sebuah keyakinan..
Kamu dan aku memang akan berjalan beriringan..

Dari kamu aku belajar tentang keberanian..
Bersamamu aku berani membuat keputusan..
Karena kamu aku bisa mengalahkan keangkuhan..
Dan demi kamu juga aku berani melakukan pengorbanan..

Aku ingat hal-hal bodoh yang pernah kamu lakukan dulu..
Mengendap-endap masuk ke teras rumah menaruh sebuket mawar merah..
Sampe aku berlari mengejar kamu..
Tapi itu semua tertebus oleh sebuah tangisan haru..

Aku ingat saat pertama aku memelukmu..
Sengaja lama-lama aku ciumi pundakmu..
Seakan-akan aku bisa menghirup aroma bebanmu di situ..
Saat itu lah aku merasa menjadi wanita berguna bagimu..

Tapi aku sadar, hidup ini mungkin terlalu panjang untuk cerita cinta kita..
Aku sadar, masa lalu biarlah menjadi nostalgia..
Aku hargai keputusanmu untuk menutup bab terakhir cerita kita..
Aku yakin, ini memang saatnya kamu membiarkanku sendiri menghadapi dunia..
Karena hanya kamu yang bisa benar-benar mengenaliku apa adanya..

Awalnya, aku mengira jarak lah yang patut disalahkan..
Tapi sekarang aku mengerti, kita lah yang layak dipertanyakan..
Mungkinkah cinta ini hanya sekedar selingan?
Atau cinta ini layak dibawa hingga akhir kehidupan?

Aku percaya jarak tak pernah salah..
Aku percaya jarak tak mampu membuat cinta musnah..
Aku percaya jarak tak pernah jahat..
Aku percaya jarak justru mendidik kita jadi pasangan yang hebat..

Tapi tampaknya kini kau menyerah..
Dan aku pun tak bisa melawan atau menebar amarah..
Karena kisah ini berawal dengan pertemuan yang indah..
Aku tak ingin semuanya diakhiri dengan rasa gelisah..

Aku ikhlas melepaskanmu..
Akan ku ceritakan kisah kita kepada anak-cucuku..
Agar mereka tau, aku pernah menghidupi kisah cinta sehebat itu..
Agar mereka sadar, cinta itu tak hanya sekedar "aku mencintaimu"..

Selamat tinggal cinta..
Terima kasih untuk pelajarannya..
Aku tak pernah berfikir ini semua sia-sia..
Justru kisah ini membuatku semakin dewasa..
Untuk menyikapi ceritaku di bab berikutnya..
 
 
 
Sampai jumpa di hari yang lebih mulia..
Mungkin saat ini kita adalah dua tokoh utama di dalam film yang berbeda..
 
 
 
Thanks for the memories "F"

Minggu, 07 Oktober 2012

Coretan Keadaan

Apa jadinya jika orang yang selalu mengangkatmu ketika kamu terjatuh selama ini, kini justru menjadi penyebab kamu "nyungsruk" begitu dalam? Kemana lagi kamu akan berpegangan? Kemana lagi kamu akan mencari aman? Kemana lagi kamu akan mencari kekuatan? Kemana lagi kamu akan menumpahkan kesedihan? Kemana lagi kamu akan mengembangkan harapan?

Ya, itulah yang kini aku alami. Layaknya sedang menoreh coretan-coretan atas keadaan. Dia yang menguatkanku selama ini justru menjadikanku terjatuh dan kian terpuruk. Dia yang menghapuskan airmataku selama ini justru menguras habis sisa airmataku hingga perih. Dia yang melukiskan senyuman di bibirku justru menyapukan mendung tak berkesudahan di wajahku. Dia yang menjadi tempatku berpegang dan mencari perlindungan kini justru menjerumuskanku ke dalam jurang kepedihan. Dia yang melambungkan harapan kini justru memecahkan asa hingga hilang menjadi kepingan.

Ternyata waktu bukan jaminan untuk jadi tolak ukur seberapa dalam perasaan seseorang yang terbentuk karenanya. Menghabisi waktu bertahun-tahun bersama, saling mengisi dan menjaga sudah pasti meninggalkan rasa yang begitu dalam, membekas dan bahkan menyiksa saat dihadapkan dengan perpisahan. Namun bukan berarti waktu yang sebentar dalam suatu suatu hubungan tidak bisa memberikan efek yang sama. Buktinya, hubungan singkat bahkan mungkin bisa dikatakan super singkat meninggalkan kesan pada perasaan dan luka yang begitu dalam di kala aku harus berhadapan dengan perpisahan.

Dia hadir dalam keterpurukanku. Membantuku berdiri dan membasuh luka yang menyebabkan perih. Menyembuhkan luka yang menganga dengan penawar dari hatinya. Menghadirkan tawa ceria dalam sedihku.
Siapa sangka semua berubah dalam sekejap mata. Menghadirkan tanda tanya dan rasa tak percaya. Kemana dia dan apa alasan dibaliknya. Hanya tanya tanpa curiga.

Hingga waktu perlahan menyibak tabirnya, tanda demi tanda merangkai cerita. Bubarkan segala ucap yang pernah terlontarkan. Membalikkan keadaan dengan gelimang tanya baru.

Benarkah dia? Kenalkah aku padanya? Masihkah dia sebaik apa yang tersimpan dalam ingatan? Atau hanya diriku saja yang sebenernya menutup mata akan siapa dia?

Karena hatiku yang terlanjur cinta...

Jumat, 05 Oktober 2012

Hujan, Kita dan Kenangan

Musim hujan sudah tiba, bisa dipastikan setiap harinya dalam beberapa bulan ke depan langit akan senantiasa dirundung mendung kemudian basah dimana-mana. Sebagian besar orang mungkin akan mulai sebal dengan keadaan ini karena sudah pasti di kota tempatku tinggal ini banjir dan macet kembali tersuguhi selama musim penghujan. Oh tunggu dulu, kalau soal macet tak perlu menunggu musim penghujan pun kota ku ini sudah terkenal kegilaannya.

Aku suka hujan. Entah tepatnya sejak kapan aku tak tahu yang pasti aku tahu aku selalu bersenang-senang dan bercengkerama dengan hujan semenjak aku duduk di bangku sekolah dasar. Hujan sudah seperti teman bagiku. Keindahannya yang tersajikan dikala rintiknya berjatuhan bak sebuah lukisan alam yang Maha Agung. Memberikan suasana melankolik yang mampu menghayutkan siapapun. Belum lagi ditambah aroma rerumputan, daun-daun dan tanah basah setalahnya begitu rintik itu usai. Sungguh menenangkan untuk jiwa yang mendamba kedamaian.

Aku semakin mencintai hujan ketika hadirnya menemani perjalananku dan kamu yang pertama. Perjalanan yang menjadikan suatu tempat yang kita tuju sebagai kenangan yg indah antara aku dan kamu. 
2 tahun yang lalu. Rintiknya tidak deras tetapi hadirnya cukup membuat senti demi senti jalur yang kita lalui tampak basah dan segar. Hadirkan suasana yang berbeda dan menumbuhkan rasa. Membuat aku dan kamu semakin dekat dan kian akrab dalam canda tawa.

Hujan pun terus menemani kisahku dan kamu dihari-hari sesudah itu. Disaat kita bersama dan tertawa. Disaat kita bertengkar dan saling menghindar. Disaat kita menyakiti dan kemudian menangisi. Hadirnya senantiasa setia menemani dan memberi warna lain dalam setiap cerita kita yang terjadi, cerita tentang aku dan kamu. Bahkan entah ini kebetulan atau bukan, hujan sudah menjadi semacam latar untuk kisah kita. Kisah tentang aku dan kamu. Seorang temanku yang juga kamu kenal pernah melontarkan komentarnya tentang hujan, aku dan kamu "heran, kenapa selalu ada hujan turun disetiap cerita tentang kalian berdua? Seperti sudah diatur. Kebetulan yang nggak biasa".
 
Pada bulan ini, dulu aku juga merasa sendiri,kehilangan,kamu. Entahlah. Tapi hujan itu masih sama. Masih selalu sama. Hadirnya masih mampu menggali lagi dan lagi kenangan akanmu. Dari manisnya cerita cinta hingga pahitnya luka yang tertempa. Aku sadar kini semua tak lagi sama tetapi kenangan dan rasa itu masih ada.

Tak ada lagi cerita lama yang tercipta. Kisah pun kini berganti nama. Lembaran baru terisi dengan cerita-cerita yang baru, nama baru, rasa dan cinta yang baru. Aku menemukannya setelah kamu pun mungkin tlah melupakanku. Namun semua berbeda adanya. Tak pernah terasa sama. Tak pernah bisa tergantikan. Setidaknya untukku, entah bagaimana dengan kamu. Semua itu tidak hilang, hanya bersemayam dalam diam disudut terpencil bernama kenangan yang sewaktu-waktu menggeliat disaat hujan datang.

Aku akan selalu berterimakasih pada hujan dan pencipta-Nya karena ia telah setia dalam setiap kisah yang ku punya. Tentang kamu, tentang aku, tentang kita dan tentang dia yang belum bernama, yang mungkin akan hadir di masa depan..

Ditulis saat hujan datang diawal Oktober,ditemani secangkir susu coklat hangat dan rasa kehilangan..