Selasa, 16 April 2013

Senja..Malam.Teruntukmu

Senja masih menyisakan secercah warnanya untuk menyambut datangnya malam, sebelum ia benar-benar hilang tertelan kegelapan. Gelap yang bertaburan bintang bak permata yang berkilauan di kejauhan. Yang terkadang hilang tersaput awan.

Akulah penikmatnya. Yang memandanginya tanpa bosan dengan segala kenangan, asa dan harapan. Dengan segala rasa yang selalu ingin diceritakan. 
Akulah penikmatnya yang selalu menyambut hadirnya dengan senyum mengembang. Karena padanyalah aku bisa menjadi siapa aku sebenarnya. Mengungkap segala rasa tanpa takut untuk dicela. Bercerita bersama airmata  tanpa takut dihina.

Aku menemukan nyaman pada hadirnya.

Tak jarang aku mencari jawab dari segala tanya yang kupunya. Mencari makna atas segala ragu yang mendera. Dan ia akan memelukku dalam dinginnya.

Dia tahu apa yang sedang terjadi pada rasaku, dia pun tahu apa yang mungkin aku tidak tahu, karena dia memeluk dan menerima semua rasa yang dicurahkan padanya. Dari setiap anak manusia yang terjaga bersamanya.

Andai saja aku bisa berbicara padanya....

Aku akan tanyakan apa yang ia lihat di seberang sana..
Aku akan tanyakan apa yang diceritakan pemilik rasa satunya kepadanya..
Aku akan tanyakan apakah dia melihat bintang yang sama dengan yang ku lihat..
Aku akan tanyakan apakah ada asa dan rasa yang senada di seberang sana..
Aku akan tanyakan apakah si pemilik rasa satunya pun bertanya-tanya tentangku....

Sayang sekali aku dan malam hanya bisa menghabiskan waktu bersama tanpa mampu berkomunikasi secara nyata. Aku dan malam hanya akan selamanya menjadi sahabat dalam diam.