Biarkan
saja kamu melalu-lalang di pikiran. Mengingatmu sebagai yang terindah, dan
membuang pahitmu ke dalam gelas; kosong. Yang pasti, aku percaya, semua berarti
ketika bersamamu. Tanpamu, akan kucari arti lagi. Siapa tahu, lebih berarti.
Perjalanan
boleh berhenti; tapi sejenak saja, jangan terlalu lama. Masih jauh kilometer
yang harus ditempuh untuk menjemput bahagia, bukan dengan berdiam menunggu.
Kecuali, menunggumu itu satu hal yang pasti, pasti kubela hingga kaki tak
merasakan lelah lagi.
Kita
sama-sama sadar. Akar pertautan yang menunjang itu telah tercabut. Mungkinkah
menanamnya sekali lagi? Atau, biarkan saja pohon itu rebah ke tanah dan
mengering. Lalu kita berpisah di simpang jalan dan mencari tunas baru untuk
disemaikan lagi.
"Kita
memang tidak bisa memilih jatuh cinta kepada siapa. Jika boleh memilih, sekali
lagi aku akan jatuh cinta kepadamu."
-Dear You-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar