Kamis, 08 November 2012

Kutemukan Kamu



Pagi ini, aku bertegur sapa dengan waktu. Menatap tajam ke arahnya yang begitu cepat berlalu. Sedikit terhirup aroma debu yang selalu mengganggu.


Tapi tidak lupa ku ucapkan terimakasih untuk hangat sapa pagi, renyah senyuman dan cerah harapan yang terpendar sejak aku duduk terdiam seperti terdampar.


Dalam sesak ruang kamar, yang selalu jadi saksi jutaan cerita ketika mata ini terus terbuka. Dalam ribuan angka yg patah satu-satu dari sebuah kalender tua. Serta dalam ucapan tanpa suara, dan pukulan ribuan tanpa doa.


Aku pernah berjanji, tiap pukulan itu harus jadi tempat paling nyaman untuk ku jadikan tumpuan. Karena aku percaya, bahwa bahagia itu penuh teorema. Harus ada sebuah perjalanan di setiap sinopsis cerita. Dan harus ada rangkaian derita untuk melengkapkan sebuah kata cinta.


Sampai akhirnya ku temukan kamu dengan hati yang tak berpenghuni. Mencoba untuk menghampiri meski kamu penuh sunyi.


Ku titipkan sebuah doa. Satu doa tulus yang ku harap tak akan sia-sia, bermakna lebih dari sekadar harapan dan impian yg terjaga. Sebab ada hangat yang mengemuka, saat kita terlupa ketika saling berbagi cerita.


Ya, aku tahu masih banyak hari lagi menanti. Besok atau lusa nanti, kita bertemu menguji kepatuhan janji.


Karena perjalanan baru saja bermula. Di setiap hulu jejakmu, akan kucari rindu. Dan hatimu lah muara untuk kita bertemu.


Tapi… jika aku harus terjatuh lagi, ingatkan aku akan pukulan tanpa doa tadi yang meski harus terus ku cari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar