Rabu, 07 November 2012

Tak Mungkin Berlanjut (lagi)


Bersama mendung yang bergelajut ku dahului hujan dengan titik airmata yang tak lagi mampu kebendung lajunya


Bersama mendung yang menghitam kubuka kunci hati yang beberapa  waktu ini mengurung rinduku demi egoku

Bersama langit yang kian memburam ku akui aku rindu kamu

Aku kehilangan kamu

Aku ingin mendengar lagi suara canda dan tawamu

Juga luapan amarahmu

Entah disana kamu bisa merasakan gemuruh rasa yang berkecamuk di hati ini atau tidak

Yakinku kamu pasti tahu
Yakinku kamu pasti mengerti

Beratnya rasa yang tertahan

Bukan karena gengsi ataupun ego diri

Tetapi demi janji yang terucap untuk saling mengakhiri sesuatu yang tak lagi bisa dipaksakan

Agar tak lagi ada yang tersakiti

Aku ingin membenci kamu, memaki kamu, menghapus kenangan tentangmu

Aku ingin mengingat semua kata-kata kasarmu yang kau ucap untuk membuatku benci

Tapi yang terjadi diri ini hanya diam dan mengiba pada Tuhan tuk mengubah takdir

andai saja itu mungkin

Satu sadar yang kumengerti

Kuterima ini dengan pedih

Takdirku hanya sampai disini
Takdir kita telah terhenti di titik ini

Kisah ini pun mungkin tak akan pernah berlanjut lagi...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar